Selasa, 17 Maret 2015

PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI(TUGAS TOU 2)

PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam memenuhi kebutuhannya seseorang memerlukan interaksi dengan orang lain. Interaksi dapat dilakukan dengan cara berkomunikasi. Komunikasi sangat penting bagi manusia dalam berorganisasi. Komunikasi internal organisasi dapat memotivasi para pegawai di dalam organisasi agar bekerja lebih efisien. Mereka memerlukan informasi yang tepat, menerima kejelasan tugas, pengarahan, dan mereka juga memerlukan kejelasan tujuan organisasi, prosedur, dan penyelesaian hal-hal yang bersifat kabur dan kontradiksi. Sedangkan komunikasi eksternal diperlukan untuk berkomunikasi dengan orang-orang lain di luar organisasi, seperti relasi, langganan, konsumen atau dengan masyarakat pada umumnya. Secara umum, komunikasi sangat penting dalam berorganisasi karena dapat memperlancar roda organisasi sehingga mempermudah dalam proses tercapainya tujuan organisasi. Seseorang yang memberi pesan atau informasi disebut komunikator, sedangkan seseorang yang menerima pesan atau informasi disebut komunikan.


PENGERTIAN KOMUNIKASI
Istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa Latin, yaitu communication yang berarti pemberitahuan atau pertukaran.
Berikut ini adalah beberapa pendapat tentang pengertian dari komunikasi :
a.       Keith Davis
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dan pengertian dari satu orang ke orang yang lain.
b.      Chester I Barnard
Komunikasi adalah suatu alat dimana orang-orang yang bersangkutan saling berhubungan satu sama lain dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan umum.
c.       Koontz O’Donnell
Komunikasi adalah sebagai suatu pemindahan informasi dari satu orang ke orang yang lain.
d.      Edward Depari
Komunikasi adalah proses penyampaian gagasan, harapan, pesan yang disampaikan melalui lambang tertentu yang mengandung arti yang dilakukan oleh penyampaian pesan ditujukan kepada penerima pesan. 
e.       James A.F Stoner
Komunikasi adalah proses dimana seorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan.
f.       John R. Schemerhorn
Komunikasi adalah proses antar pribadi dalam mengirim dan menerima simbol-simbol yang berarti bagi kepentingan mereka.
Dari pendapat para ahli di atas komunikasi dapat diartikan suatu cara atau proses untuk menyampaikan informasi dari pemberi informasi ke penerima informasi. Komunikasi dalam organisasi menurut Rahmi Yuliana Dosen tetap STIE Semarang  dalam jurnalnya yang berjudul Peran Komunikasi Dalam Organisasi adalah pengiriman serta penerimaan berbagai pesan organisasi baik di kelompok organisasi formal maupun informal.

JENIS KOMUNIKASI
A.    Komunikasi Menurut Cara Penyampaian
Menurut cara penyampaian, komunikasi dibedakan menjadi :
1.      Komunikasi lisan
Komunikasi dilakukan dengan bertatap muka, misalnya dialog antar dua orang, wawancara, rapat, dll.
2.      Komunikasi tertulis
Komunikasi dilakukan dengan memberikan pesan melalui e-mail, surat, dll.
B.     Komunikasi Menurut Kelangsungannya
Menurut kelangsungannya, komunikasi dibedakan menjadi :
1.      Komunikasi langsung
Proses komunikasi yang tidak melalui perantara orang ketiga atau media komunikasi.
2.      Komunikasi tidak langsung
Proses komunikasi yang melalui perantara orang ketiga atau media komunikasi .
C.     Komunikasi Menurut Perilaku
Menurut perilaku, komunikasi dibedakan menjadi :
1.      Komunikasi formal
Komunikasi yang dilakukan antar anggota organisasi dengan aturan tertentu yang telah ditetapkan oleh organisasi. Contoh : komunikasi dalam rapat kerja organisasi.
2.      Komunikasi informal
Komunikasi yang dilakukan antar anggota organisasi yang tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi. Contoh : kabar burung, desas-desus, dll.
3.      Komunikasi nonformal
Komunikasi yang bersifat formal dan informal. Contoh : komunikasi dalam rapat penyelenggaraan acara ulang tahun organisasi.
D.    Komunikasi Menurut Maksud Komunikasi
Menurut maksud komunikasi, komunikasi dibedakan menjadi :
1.      Berpidato
2.      Memberi ceramah
3.      Memberi prasaran
4.      Wawancara
5.      Memberi perintah atau tugas
E.     Komunikasi Menurut Ruang Lingkup
Menurut ruang lingkup, komunikasi dibedakan menjadi :
1.      Komunikasi internal
Komunikasi yang terjadi antar anggota organisasi.
2.      Komunikasi eksternal
Komunikasi yang terjadi antara anggota organisasi dengan rekan bisnis atau organisasi lain.
F.      Komunikasi Menurut Aliran Informasi
Menurut aliran informasi, komunikasi dibedakan menjadi :
1.      Komunikasi satu arah
Komunikasi yang berasal dari satu pihak saja.
2.      Komunikasi dua arah
Komunikasi yang berasal dari dua pihak.
3.      Komunikasi ke atas
Komunikasi yang berasal dari bawahan ke atasan.
4.      Komunikasi ke bawah
Komunikasi yang berasal dari atasan ke bawahan.
5.      Komunikasi ke samping
Komunikasi yang terjadi antar anggota organisasi yang berkedudukan sama atau sejajar.
G.    Komunikasi Menurut Jaringan Kerja
Menurut jaringan kerja, komunikasi dibedakan menjadi :
1.      Komunikasi jaringan kerja rantai
Komunikasi terjadi menurut saluran hirarki organisasi dengan jaringan komando sehingga mengikuti pola komunikasi formal.
2.      Komunikasi jaringan kerja lingkaran
Komunikasi terjadi melalui saluran komunikasi berbentuk seperti lingkaran. Saluran komunikasi ini lebih singkat dari jaringan kerja rantai.
3.      Komunikasi jaringan bintang
Komunikasi yang terjadi melalui satu sentral sehingga saluran ini lebih pendek dari dua saluran yang lain.
H.    Komunikasi Menurut Peranan Individu
Menurut peranan individu, komunikasi dibedakan menjadi :
1.      Komunikasi antar individu dengan individu yang lain
Komunikator memiliki kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seseorang.
2.      Komunikasi antara individu dengan lingkungan yang lebih luas
Komunikator memiliki kemampuan untuk mengadakan hubungan dengan lingkungan yang lebih luas.
3.      Komunikasi antara individu dengan dua kelompok atau lebih
Komunikator memiliki kemampuan untuk menghubungkan atau menjadi perantara di antara dua kelompok.
I.       Komunikasi Menurut Jumlah yang Berkomunikasi
1.      Komunikasi perseorangan
Komunikasi yang terjadi secara perseorangan atau pribadi tentang permasalahan yang bersifat pribadi.
2.      Komunikasi kelompok
Komunikasi yang terjadi di dalam kelompok tentang masalah-masalah yang menyangkut kepentingan banyak orang dalam kelompok.

PROSES KOMUNIKASI
            Menurut Bovee dan Thill dalam buku Business Communication Today, proses komunikasi terdiri atas enam tahap, yaitu :
1.      Pengirim mempunyai suatu ide atau gagasan
Pengirim pesan mengumpulkan fakta-fakta serta data-data.
2.      Pengirim mengubah ide menjadi suatu pesan
Data yang telah dikumpulkan diolah menjadi informasi.
3.      Pengirim menyampaikan pesan
Pengirim menyampaikan pesan melalui media komunikasi surat, e-mail, atau secara langsung kepada penerima pesan.
4.      Penerima menerima pesan
Komunikasi akan terjadi apabila pesan yang dikirimkan oleh pengirim telah diterima oleh penerima.
5.      Penerima menafsirkan pesan
Suatu pesan dapat ditafsirkan bila penerima pesan telah memahami isi pesan sebagaimana yang dimaksud oleh pengirim pesan.
6.      Penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan balik kepada pengirim
Setelah menerima pesan penerima pesan akan memberi tanggapan dengan cara tertentu dan memberi sinyal terhadap pengirim pesan sebagai tanda bahwa penerima pesan telah menerima pesan.
             
KOMUNIKASI EFEKTIF
            Suatu komunikasi dapat dikatakan efektif apabila terdapat 5 unsur berikut :
1.      Sumber
Sumber informasi atau pesan harus jelas dan terpecaya sehingga tidak akan timbul keraguan dari komunikan.
2.      Komunikator
·     Seorang komunikator harus berpenampilan sesuai dengan lingkungan dan komunikan.
·   Seorang komunikator harus menguasai masalah yang terkandung di dalam pesan atau informasi yang akan dikomunikasikan.
·   Seorang komunikator harus menguasai bahasa dengan baik dan dapat dipahami oleh komunikan.
3.      Pesan
Pesan yang disampaikan harus tepat dan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
·        Berisi hal-hal yang bersifat umum agar mudah dipahami oleh komunikan.
·         Pesan harus jelas agar tidak salah diartikan oleh komunikan.
·        Menggunakan bahasa yang sesuai dengan tempat komunikasi dilakukan.
·         Pesan harus disampaikan dalam bentuk yang menarik.
4.      Media Komunikasi
Pemilihan media komunikasi yang tepat dalam penyampaian pesan.
5.      Efek Komunikasi
Sikap komunikan harus sesuai dengan yang kita inginkan.

IMPLIKASI MANAJERIAL
            Dengan tulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi anggota organisasi, diantaranya :
1.      Untuk dapat mengatasi berbagai persoalan yang muncul dalam organisasi, dibutuhkan komunikasi yang baik antar anggota organisasi. Komunikasi yang baik dapat dibangun dengan beberapa kali mengadakan outing agar komunikasi tidak terhambat karena hubungan antar anggota organisasi yang semakin erat.
2.     Untuk organisasi yang berorientasi bisnis dalam menghadapi persaingan dengan kompetitor, perlu diadakan kegiatan pelatihan ilmu komunikasi agar proses penyampaian informasi kepada konsumen, rekan bisnis, dan sesama anggota organisasi berjalan baik.
3.      Pentingnya penguasaan bahasa Indonesia maupun bahasa Asing yang baik bagi semua anggota organisasi.


DAFTAR PUSTAKA
·         Widyatmini & Izzati. 1991. Pengantar Organisasi dan Metode. Jakarta : Gunadarma.
·         Nawangsari, Sri. 1997. Komunikasi Bisnis. Depok : Gunadarma.
·         Purwanto, Djoko. 2006. Komunikasi Bisnis Edisi Ketiga. Jakarta : Erlangga.
·         Yuliana, Rahmi, Oktober 2012, “Peran Komunikasi Dalam Organisasi”. Jurnal STIE Semarang. Volume 4, No. 3, http://jurnal.stiesemarang.ac.id/index.php/JSS/article/view/54/47, 15 Maret 2015

0 komentar:

Posting Komentar

 
;