PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Manusia merupakan
makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam memenuhi kebutuhannya
seseorang memerlukan interaksi dengan orang lain. Interaksi dapat dilakukan
dengan cara berkomunikasi. Komunikasi sangat penting bagi manusia dalam
berorganisasi. Komunikasi internal organisasi dapat memotivasi para pegawai di
dalam organisasi agar bekerja lebih efisien. Mereka memerlukan informasi yang
tepat, menerima kejelasan tugas, pengarahan, dan mereka juga memerlukan kejelasan
tujuan organisasi, prosedur, dan penyelesaian hal-hal yang bersifat kabur dan
kontradiksi. Sedangkan komunikasi eksternal diperlukan untuk berkomunikasi
dengan orang-orang lain di luar organisasi, seperti relasi, langganan, konsumen
atau dengan masyarakat pada umumnya. Secara umum, komunikasi sangat penting
dalam berorganisasi karena dapat memperlancar roda organisasi sehingga
mempermudah dalam proses tercapainya tujuan organisasi. Seseorang yang memberi
pesan atau informasi disebut komunikator, sedangkan seseorang yang menerima
pesan atau informasi disebut komunikan.
PENGERTIAN
KOMUNIKASI
Istilah komunikasi atau
communication berasal dari bahasa Latin, yaitu communication yang berarti
pemberitahuan atau pertukaran.
Berikut ini adalah beberapa pendapat
tentang pengertian dari komunikasi :
a.
Keith Davis
Komunikasi
adalah suatu proses penyampaian informasi dan pengertian dari satu orang ke
orang yang lain.
b.
Chester I Barnard
Komunikasi
adalah suatu alat dimana orang-orang yang bersangkutan saling berhubungan satu
sama lain dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan umum.
c.
Koontz O’Donnell
Komunikasi
adalah sebagai suatu pemindahan informasi dari satu orang ke orang yang lain.
d.
Edward Depari
Komunikasi
adalah proses penyampaian gagasan, harapan, pesan yang disampaikan melalui
lambang tertentu yang mengandung arti yang dilakukan oleh penyampaian pesan
ditujukan kepada penerima pesan.
e.
James A.F Stoner
Komunikasi
adalah proses dimana seorang berusaha memberikan pengertian dengan cara
pemindahan pesan.
f.
John R. Schemerhorn
Komunikasi
adalah proses antar pribadi dalam mengirim dan menerima simbol-simbol yang
berarti bagi kepentingan mereka.
Dari pendapat para ahli
di atas komunikasi dapat diartikan suatu cara atau proses untuk menyampaikan
informasi dari pemberi informasi ke penerima informasi. Komunikasi dalam
organisasi menurut Rahmi Yuliana Dosen tetap STIE Semarang dalam jurnalnya yang berjudul Peran Komunikasi
Dalam Organisasi adalah pengiriman serta penerimaan berbagai pesan organisasi
baik di kelompok organisasi formal maupun informal.
JENIS
KOMUNIKASI
A.
Komunikasi Menurut Cara Penyampaian
Menurut
cara penyampaian, komunikasi dibedakan menjadi :
1. Komunikasi
lisan
Komunikasi dilakukan dengan bertatap
muka, misalnya dialog antar dua orang, wawancara, rapat, dll.
2. Komunikasi
tertulis
Komunikasi dilakukan dengan
memberikan pesan melalui e-mail, surat, dll.
B.
Komunikasi Menurut Kelangsungannya
Menurut
kelangsungannya, komunikasi dibedakan menjadi :
1. Komunikasi
langsung
Proses komunikasi yang tidak
melalui perantara orang ketiga atau media komunikasi.
2. Komunikasi
tidak langsung
Proses komunikasi yang melalui
perantara orang ketiga atau media komunikasi .
C.
Komunikasi Menurut Perilaku
Menurut
perilaku, komunikasi dibedakan menjadi :
1. Komunikasi
formal
Komunikasi yang dilakukan antar
anggota organisasi dengan aturan tertentu yang telah ditetapkan oleh
organisasi. Contoh : komunikasi dalam rapat kerja organisasi.
2. Komunikasi
informal
Komunikasi yang dilakukan antar
anggota organisasi yang tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi.
Contoh : kabar burung, desas-desus, dll.
3. Komunikasi
nonformal
Komunikasi yang bersifat formal dan
informal. Contoh : komunikasi dalam rapat penyelenggaraan acara ulang tahun
organisasi.
D.
Komunikasi Menurut Maksud Komunikasi
Menurut
maksud komunikasi, komunikasi dibedakan menjadi :
1. Berpidato
2. Memberi
ceramah
3. Memberi
prasaran
4. Wawancara
5. Memberi
perintah atau tugas
E.
Komunikasi Menurut Ruang Lingkup
Menurut
ruang lingkup, komunikasi dibedakan menjadi :
1. Komunikasi
internal
Komunikasi yang terjadi antar
anggota organisasi.
2. Komunikasi
eksternal
Komunikasi yang terjadi antara
anggota organisasi dengan rekan bisnis atau organisasi lain.
F.
Komunikasi Menurut Aliran Informasi
Menurut
aliran informasi, komunikasi dibedakan menjadi :
1. Komunikasi
satu arah
Komunikasi yang berasal dari satu
pihak saja.
2. Komunikasi
dua arah
Komunikasi yang berasal dari dua
pihak.
3. Komunikasi
ke atas
Komunikasi yang berasal dari
bawahan ke atasan.
4. Komunikasi
ke bawah
Komunikasi yang berasal dari atasan
ke bawahan.
5. Komunikasi
ke samping
Komunikasi yang terjadi antar
anggota organisasi yang berkedudukan sama atau sejajar.
G.
Komunikasi Menurut Jaringan Kerja
Menurut
jaringan kerja, komunikasi dibedakan menjadi :
1. Komunikasi
jaringan kerja rantai
Komunikasi terjadi menurut saluran
hirarki organisasi dengan jaringan komando sehingga mengikuti pola komunikasi
formal.
2. Komunikasi
jaringan kerja lingkaran
Komunikasi terjadi melalui saluran
komunikasi berbentuk seperti lingkaran. Saluran komunikasi ini lebih singkat
dari jaringan kerja rantai.
3. Komunikasi
jaringan bintang
Komunikasi yang terjadi melalui
satu sentral sehingga saluran ini lebih pendek dari dua saluran yang lain.
H.
Komunikasi Menurut Peranan Individu
Menurut
peranan individu, komunikasi dibedakan menjadi :
1. Komunikasi
antar individu dengan individu yang lain
Komunikator memiliki kemampuan
untuk mempengaruhi perilaku seseorang.
2. Komunikasi
antara individu dengan lingkungan yang lebih luas
Komunikator memiliki kemampuan
untuk mengadakan hubungan dengan lingkungan yang lebih luas.
3. Komunikasi
antara individu dengan dua kelompok atau lebih
Komunikator memiliki kemampuan
untuk menghubungkan atau menjadi perantara di antara dua kelompok.
I.
Komunikasi Menurut Jumlah yang
Berkomunikasi
1. Komunikasi
perseorangan
Komunikasi yang terjadi secara
perseorangan atau pribadi tentang permasalahan yang bersifat pribadi.
2. Komunikasi
kelompok
Komunikasi yang terjadi di dalam
kelompok tentang masalah-masalah yang menyangkut kepentingan banyak orang dalam
kelompok.
PROSES
KOMUNIKASI
Menurut Bovee
dan Thill dalam buku Business Communication Today, proses komunikasi terdiri
atas enam tahap, yaitu :
1.
Pengirim mempunyai suatu ide atau
gagasan
Pengirim
pesan mengumpulkan fakta-fakta serta data-data.
2.
Pengirim mengubah ide menjadi suatu
pesan
Data
yang telah dikumpulkan diolah menjadi informasi.
3.
Pengirim menyampaikan pesan
Pengirim
menyampaikan pesan melalui media komunikasi surat, e-mail, atau secara langsung
kepada penerima pesan.
4.
Penerima menerima pesan
Komunikasi
akan terjadi apabila pesan yang dikirimkan oleh pengirim telah diterima oleh
penerima.
5.
Penerima menafsirkan pesan
Suatu
pesan dapat ditafsirkan bila penerima pesan telah memahami isi pesan
sebagaimana yang dimaksud oleh pengirim pesan.
6.
Penerima memberi tanggapan dan mengirim
umpan balik kepada pengirim
Setelah menerima
pesan penerima pesan akan memberi tanggapan dengan cara tertentu dan memberi
sinyal terhadap pengirim pesan sebagai tanda bahwa penerima pesan telah
menerima pesan.
KOMUNIKASI
EFEKTIF
Suatu komunikasi
dapat dikatakan efektif apabila terdapat 5 unsur berikut :
1.
Sumber
Sumber
informasi atau pesan harus jelas dan terpecaya sehingga tidak akan timbul
keraguan dari komunikan.
2.
Komunikator
· Seorang komunikator harus berpenampilan
sesuai dengan lingkungan dan komunikan.
· Seorang komunikator harus menguasai
masalah yang terkandung di dalam pesan atau informasi yang akan
dikomunikasikan.
· Seorang komunikator harus menguasai
bahasa dengan baik dan dapat dipahami oleh komunikan.
3.
Pesan
Pesan
yang disampaikan harus tepat dan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
· Berisi hal-hal yang bersifat umum agar
mudah dipahami oleh komunikan.
·
Pesan harus jelas agar tidak salah
diartikan oleh komunikan.
· Menggunakan bahasa yang sesuai dengan
tempat komunikasi dilakukan.
·
Pesan harus disampaikan dalam bentuk
yang menarik.
4.
Media Komunikasi
Pemilihan
media komunikasi yang tepat dalam penyampaian pesan.
5.
Efek Komunikasi
Sikap
komunikan harus sesuai dengan yang kita inginkan.
IMPLIKASI
MANAJERIAL
Dengan
tulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi anggota organisasi,
diantaranya :
1.
Untuk dapat mengatasi berbagai persoalan
yang muncul dalam organisasi, dibutuhkan komunikasi yang baik antar anggota
organisasi. Komunikasi yang baik dapat dibangun dengan beberapa kali mengadakan
outing agar komunikasi tidak terhambat karena hubungan antar anggota organisasi
yang semakin erat.
2. Untuk organisasi yang berorientasi
bisnis dalam menghadapi persaingan dengan kompetitor, perlu diadakan kegiatan
pelatihan ilmu komunikasi agar proses penyampaian informasi kepada konsumen,
rekan bisnis, dan sesama anggota organisasi berjalan baik.
3.
Pentingnya penguasaan bahasa Indonesia
maupun bahasa Asing yang baik bagi semua anggota organisasi.
DAFTAR
PUSTAKA
·
Widyatmini & Izzati. 1991. Pengantar
Organisasi dan Metode. Jakarta : Gunadarma.
·
Nawangsari, Sri. 1997. Komunikasi
Bisnis. Depok : Gunadarma.
·
Purwanto, Djoko. 2006. Komunikasi Bisnis
Edisi Ketiga. Jakarta : Erlangga.
·
Yuliana, Rahmi, Oktober 2012, “Peran
Komunikasi Dalam Organisasi”. Jurnal STIE Semarang. Volume 4, No. 3, http://jurnal.stiesemarang.ac.id/index.php/JSS/article/view/54/47,
15 Maret 2015


0 komentar:
Posting Komentar